OLEH :
ASM PRANAJAYA
4102157063
AKADEMI KOMUNITAS NEGERI SUMENEP
PROGRAM STUDI D2 MULTIMEDIA BROADCASTING
PDD POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
2017
KATA PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Penulis
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ilmiah tentang “Pengelolaan Keuangan Pribadi Untuk
Kehidupan Sehari-Hari”.
Makalah
ilmiah ini telah penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar penulis
dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang “Pengelolaan Keuangan Pribadi
Untuk Kehidupan Sehari-hari” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.
Sumenep, 16
Juni 2017
Penyusun
(Asm Pranajaya)
DAFTAR ISI
COVER
KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I :
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB II :
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengelolaan Keuangan Pribadi
2.2 Pengontrolan Diri
Dalam Mengelola Keuangan Pribadi
2.3 Pengelolaan Keuangan Pribadi
2.4 Langkah-Langkah Mengelola
Keuangan Pribadi
2.5 Kebiasaan Buruk Yang
Harus Dihindari
BAB III :
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Manajemen keuangan pribadi sangatlah
penting dalam mendukung terwujudnya tujuan-tujuan individu. Dengan melakukan
pengelolaan terhadap keuangan pribadi, maka tiap individu tahu akan tujuan yang
ingin dicapai, dan memanfaatkan pengelolaan sumber daya keuangan secara optimal
untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengoptimalkan pengelolaan keuangan
pribadi, maka individu secara bertanggung jawab mampu merencanakan dan
mewujudkan masa depannya.
Sikap konsumtif yang tinggi
akhir-akhir ini dikalangan mahasiswa dan generasi muda lainnya, menyebabkan
pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang tidak mudah. Selain dari sikap
tersebut, beberapa penelitian juga menunjukan bahwa generasi muda banyak yang
belum memiliki pengetahuan akan pengelolaan keuangan. Jika generasi muda belum
memiliki pengetahuan akan mengelola keuangan pribadi, maka mereka tidak dapat
merencanakan dan mengendalikan penggunaan uang untuk pencapain tujuan individu
mereka.
Kebanyakan pengelolaan keuangan dilakukan ketika
generasi muda mulai bekerja dan/atau berkeluarga, padahal pengelolaan keuangan
harus sudah dapat dilakukan pada saat mereka sedang berkuliah. Walaupun sumber
keuangan masih berasal dari orang tua, donatur atau pemberi beasiswa, namun
jika dikelola dengan baik dan optimal, maka jumlah nominal uang yang diterima tiap
bulan dapat juga dimanfaatkan untuk investasi masa depan. Tulisan ini dibuat
dengan tujuan untuk membantu generasi muda mencoba mengetahui dan memahami
manajemen keuangan pribadi dan melaksanakannya.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah
penulis uraikan di atas, maka penulis merumuskan suatu masalah yang berkaitan
dengan masalah diatas. Penulis memfokuskan penelitian ini pada salah satu
rumusan yaitu Bagaimana Proses Mengelola Keuangan Pribadi Terhadap Aktivitas Sehari-Hari ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian yang
penulis lakukan adalah :
Ø Untuk mengetahui proses mengelola
keuangan pribadi terhadap aktivitas sehari-hari.
1.4 Manfaat
Adapaun
manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari adalah :
1.
Melatih diri hidup hemat.
2.
Melatih diri untuk hidup tertib dan teratur.
3.
Mengurangi stres.
4.
Memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik.
5.
Perlindungan dari kejadian yang tidak terduga.
6.
Perlindungan dari jeratan hutang.
7.
Memiliki banyak kesempatan untuk bersedekah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengelolaan Keuangan Pribadi
Arti Pengelolaan Keuangan adalah perencanaan, pengorganisasian, dan
pengendalian kegiatan keuangan seperti pengadaan dan pemanfaatan dana dari
perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip manajemen umum untuk sumber daya
keuangan.
Pengelolaan Keuangan adalah segala bentuk kegiatan administratif yang
dilakukan dalam bentuk beberapa tahapan yang meliputi : perencanaan,
penyimpanan, penggunaan, pencatatan serta pengawasan yang kemudian di akhiri
dengan pertanggung jawaban (pelaporan) terhadap siklus keluar masuknya dana /
uang dalam sebuah instansi (organisasi atau perorangan) pada kurun waktu
tertentu.
Menurut Giltman (2002), manajemen keuangan pribadi
merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya keuangan dari unit individu.
Dengan demikian, manajemen keuangan pribadi mencakup dua unsur yakni
pengetahuan akan keuangan dan seni dalam mengelola. Mengapa seni dalam
mengelola itu menjadi sesuatu yang juga penting? Karena kegiatan mengelola
(pengelolaan) membutuhkan kedisiplinan dan menentukan prioritas yang berasal
dari pengontrolan diri.
Pengontrolan
diri akan membantu anda untuk tetap bertahan pada prinsip manajemen, yakni
efesiensi dan efektifitas. Efesiensi, yakni menggunakan sumber-sumber dana
secara optimal untuk pencapaian tujuan manajemen keuangan pribadi. Sedangkan
efektifitas merujuk pada manajemen keuangan pribadi menuju pada tujuan yang
tepat.
2.2 Pengontrolan
Diri Dalam Mengelola Keuangan Pribadi
Pengaruh pengontrolan diri dalam mengelola
keuangan pribadi sangatlah penting. Dengan melakukan kontrol diri, maka pribadi
akan memiliki sikap bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan. Yang
dimaksudkan dengan kotrol diri, yakni keseluruan kemampuan diri untuk mengendalikan
diri pribadinya. Ada 4 bidang kontrol diri, yakni :
2.2.1 Kognitif. Disini tampak, bahwa seseorang dalam
membuat keputusan keuangan harus memikirkan berbagai manfaat yang diperoleh. Ia
harus memanfaatkan pengetahuan keuangannya untuk menganalisa manfaat dan
keuntungan yang akan diperoleh dari tindakan yang diambil.
2.2.2 Impuls/ dorongan. Seseorang harus mampu mengontrol
berbagai impuls (dorongan) yang datang dari luar diri maupun dari dalam diri,
yang bertendensi menyebabkan penyimpangan dalam membuat keputusan keuangan.
2.2.3 Emosi. Seseorang harus mampu mengendalikan kecerdasan
emosionalnya untuk membantu ketika membuat keputusan keuangan.
Kelemahan-kelemahan emosi seperti mood, keinginan yang tinggi, ketamakan dan
lainnya akan menyebabkan seseorang tidak terarah dalam membuat keputusan
keuangan.
2.2.4 Kinerja. Seseorang harus mampu mengkaji ulang
pemasukan dan pengeluarannya, sehingga sesuai dengan perencanaan keuangan yang
telah dibuat.
2.3 Pengelolaan
Keuangan Pribadi
Selanjutnya akan dibahas bagaimana
mengelola keuangan pribadi dari empat ranah menurut Warsono (2010). Empat ranah
tersebut meliputi :
2.3.1 Penggunaan dana. Dari mana
pun sumber dana yang dimiliki, yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara
mengalokasikan dana (penggunaan dana) tersebut untuk memenuhi kebutuhan secara
tepat. Pengalokasian dana haruslah berdasarkan prioritas. Skala prioritas
dibuat berdasarkan kebutuhan yang anda perlukan, namun harus memperhatikan
presentase sehingga penggunaan dana tidak habis digunakan untuk konsumsi
sehari-hari saja. Presentasi pengalokasian dana yakni 70% dapat digunakan untuk
pemenuhan konsumsi sehari-hari, 20% untuk ditabung, dan 10% investasi. Karena
70% digunakan untuk konsumsi sehari-hari, maka diperlukan ketelitian dalam
menghitung kebutuhan pribadi dalam keseharian, seperti makan, minum, rekreasi,
kos, dan lainnya yang membantu anda pada tujuan pribadi. 70% ini haruslah tepat
dan tidak berlebihan. 20% yang ditabung berguna untuk kebutuhan mendesak
ataupun jika tidak digunakan, suatu saat dapat dipakai sebagai modal investasi.
10% yang digunakan untuk investasi dapat direncanakan dengan matang, sehingga
investasi tersebut dapat mendatangkan keuntungan dimasa mendatang. Memang
sangat kecil presentase untuk investasi, dikarenakan kebutuhan investasi
bukanlah sesuatu yang utama dalam pengelolaan keuangan pribadi. 10% tersebut
tidaklah langsung diinvestasikan jika anda memiliki rencana bisnis yang besar,
namun dapat ditabung dulu sebagai tabungan modal investasi. Perlu diingat,
bahwa untuk berinvestasi dibutuhkan perencanaan yang matang.
2.3.2 Penentuan sumber dana. Seseorang
harus mampu mengetahui dan menentukan sumber dana. Sumber-sumber dana dapat
berasal dari orang tua, donatur maupun beasiswa. Selain itu seseorang juga
dapat menentukan sumber dananya sendiri. Sumber dana dapat juga diciptakan dari
berbagai usaha. Dengan mampu menentukan sumber dana, maka seseorang mengetahui
dan mencari sumber dana alternatif lain sebagai sumber pemasukan keuangan untuk
dikelola.
2.3.3 Manajemen resiko. Selanjutnya
seseorang juga haruslah memiliki proteksi yang baik untuk mengantisipasi
kejadian-kejadian yang tidak tertuga. Kejadian-kejadian tidak terduga itu
seperti sakit, kebutuhan mendesak dan lainnya. Hal yang sering dilakukan dalam
melakukan proteksi tersebut adalah dengan mengikuti asuransi. Yang dimaksud
dengan manajemen resiko adalah pengelolaan terhadap kemungkinan-kemungkinan
resiko yang akan dihadapi.
2.3.4 Perencanaan masa depan. Masa depan
merupakan hal yang akan dituju oleh setiap orang, untuk itu dibutuhkan suatu
rencana yang matang dalam keuangan dalam menyongsong saat tersebut. Dengan
merencanakan masa depan, maka anda juga menganalisa kebutuhan-kebutuhan dimasa
depan, sehingga anda dapat menyiapkan investasi dari saat ini.
Selain empat ranah diatas, Senduk
(2004) mengatakan bahwa manajemen keuangan pribadi meliputi keputusan tentang :
2.3.5 Membeli
dan memiliki sebanyak mungkin harta produktif. Tentukan
harta produktif yang yang ingin anda miliki. Harta produktif ini merupakan
harta yang dapat menekan pengeluaran besar anda dalam kebutuhan sehari-hari.
Seperti, jika anda mahasiswa maka memiliki komputer dan printer dapat
mengurangi pengeluaran print dirental, dan lainnya. Harta produktif ini harus
anda upayakan untuk miliki dengan cara membeli pada saat anda mendapatkan uang.
Prioritaskan harta-harta produktif yang benar-benar mendukung aktivitas
anda.
2.3.6 Mengatur pengeluaran
anda. Atur pengeluaran anda dan jangan sampai anda mengalami
defisit. Usahakan dalam pengaturan pengeluaran anda, sudah dipastikan pos-pos
pengeluaran tetap sudah terakomodir. Pelajari dan biasakanlah diri anda untuk
mengeluarkan uang secara bijak dan tidak boros.
2.3.7 Berhati-hati dengan
hutang. Anda harus mengetahui kapan saat yang tepat untuk
berhutang, dan kapan saat yang tidak tepat tidak untuk berhutang. Banyak
perusahaan dapat memanfaatkan hutang di bank sebagai modal usaha. Pada
manajemen keuangan pribadi, jika anda mengalami defisit dan memaksa anda untuk
berhutang, maka usahakanlah hutang tersebut tidak terlalu besar, dan mengganggu
keuangan anda secara keseluruhan pada saat pengembalian hutang tersebut.
2.3.8 Sisihkan untuk masa
depan. Rencanakan
masa depan anda secara sistematis. Karena dengan merencanakannya, anda dapat
menyisihkan pemasukan anda sebagian untuk diinvestasikan bagi masa depan.
Dengan membantu melakukan investasi masa depan dalam pengelolaan keuangan, maka
anda mengurangi resiko untuk bergerak jauh dari masa depan yang anda
inginkan.
2.3.9 Memiliki proteksi. Milikilah
asuransi untuk melindungi anda dari berbagai bentuk resiko yang kemungkinan
dapat terjadi. Jika anda belum memiliki penghasilan yang tetap, maka anda dapat
membuka rekening tabungan dan menyisihkan uang anda sedikit dari pemasukan
untuk ditabung sebagai anggaran proteksi pada resiko yang tidak anda
harapkan.
2.4 Langkah-Langkah
Mengelola Keuangan Pribadi Secara Praktis
Dengan melihat ranah di atas, maka
langkah-langkah praktis yang dapat digunakan dalam mengelola keuangan pribadi
adalah sebagai berikut :
2.4.1 Ketahui dan temukan sumber pemasukan.
Anda perlu
menginventarisir segala sumber dana yang menjadi pemasukan anda. Sumber-sumber
dana ini ada yang bersifat sumber dana tetap seperti kiriman orang tua, gaji,
beasiswa, dan lainnya. Ada juga yang bersifat sumber dana tambahan misalnya,
penghargaan (hadiah) lomba, upah menulis, upah proyek penelititian waktu
tertentu dan lainnya. Dengan mengetahui sumber-sumber dana tetap dan
sumber-sumber dana tambahan, anda akan mengetahui secara keseluruan sumber
pemasukan anda untuk dikelola. Penciptaan sumber-sumber dana tambahan sangat
membantu pemasukan sumber dana tetap anda, karena dengan adanya sumber dana
tambahan maka anda telah mengoptimalkan pemasukan untuk pencapaian tujuan
pengelolaan keuangan secara efektif.
2.4.2 Analisis pengeluaran anda.
Setelah mengetahui pemasukan anda,
inventarisirlah pengeluaran anda.
·
Mulailah dengan membagi presentase pengeluaran anda
berdasarkan tujuan. Misalnya 70% untuk biaya sehari-hari (selama 1 bulan), 20%
untuk ditabung, 10% untuk investasi (mungkin juga untuk biaya rekreasi dan atau
amal)
·
Selanjutnya kelola 70% biaya sehari-hari. Mulailah
dengan inventarisir secara detail biaya pengeluaran bulanan anda, seperti uang
sewa, uang listrik & air, kos, biaya membeli kebutuhan bulanan (sabun,
sikat gigi, air galon dan lainnya). Setelah menginventarisir, sisihkan biaya
tersebut atau segeralah gunakan pengeluaran untuk kebutuhan tetap bulanan anda
tersebut.
·
Selanjutnya dana sisa dari 70% yang telah digunakan
untuk membiayai kebutuhan tetap bulanan, manfaatkan secara efesien untuk
kebutuhan sehari-hari, seperti makan, fotokopi materi kuliah, snack dan
lainnya. Gunakan biaya ini dengan bijak dan jika ada aktivitas lain yang bisa
mengurangi pengeluaran biaya ini, maka jangan tergesa-gesa untuk mengalihkan
biaya, tapi pikirkanlah skala prioritasnya.
·
Setelah anda menginventarisir pemasukan dan
menganalisis biaya pengeluaran, maka rencanakanlah dan manage keuangan pribadi
anda. Jangan sampai pengeluaran melebihi pemasukan, tapi kelolalah segala
sumber dana yang masuk secara efesien.
·
Pada saat menjalankan rencana manajemen keuangan
pribadi selama satu bulan, dan ada pemasukan dari sumber dana tambahan lain
(diluar yang sudah diinventarisir), maka simpanlah untuk dimasukan kedalam
perencanaan pemasukan keuangan untuk bulan berikutnya. Hal ini penting, supaya
manajemen keuangan pribadi anda tidak terganggu dengan pemasukan-pemasukan yang
tidak terkontrol sebelumnya.
·
Jika pada saat akhir bulan ada surplus dari
pengelolaan keuangan pribadi anda, maka gunakanlah surplus itu sebagai
pemasukan untuk bulan berikutnya.
Manajemen Keuangan Pribadi Harian
Dalam mengelola keuangan pribadi harian, maka pertama
kali yang dilakukan adalah inventarisir kebutuhan pengeluaran pokok harian
anda, dan tambahkan kebutuhan tidak terduga sebagai antisipasi pengeluaran
keuangan penting tapi diluar rencana anda. Setelah menginventarisir
kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka taruhlah biaya yang dikeluarkan untuk tiap
kebutuhan per hari. Setelah semua hari telah diketahui biaya pengeluarannya,
maka jumlahkan keseluruhan pengeluran anda. Pada akhirnya lakukanlah
pengeluaran biaya sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan, dan hindari
pengeluaran biaya diluar itu.
2.5 Kebiasaan
Buruk Yang Harus Dihindari
Melakukan manajemen keuangan pribadi
seharusnya sudah menjamin segala sesuatu berjalan sesuai rencana keuangan,
namun seringkali ada kebiasaan-kebiasaan buruk yang mengganggu pada saat
pengelolaan keuangan. Kebiasaan buruk itu adalah :
·
Selalu melakukan pengeluaran diluar rencana, karena
sikap konsumtif dan tidak tahan dengan pengaruh atau ajakan dari luar.
·
Selalu menggunakan prinsip “tambal sulam”. Menggunakan
biaya pengeluaran hari besok untuk hari ini, sehingga tidak konsisten dengan
rencana keuangan pribadi yangn dibuat.
·
Jika ada pemasukan diluar rencana, seringkali
pemasukan tersebut langsung dihabiskan.
·
Seringkali jika mendapatkan dana dari pemasukan tetap
(seperti gaji dan atau uang kiriman) 10% langsung dipakai untuk mentraktir
teman atau melakukan aktivitas senang-senang.
·
Menggunakan tabungan atau dana investasi untuk
pengeluaran tidak terduga yang tidak penting.
·
Berhutang untuk hal-hal yang bukan menjadi kebutuhan,
sehingga pada bulan berikutnya kebutuhan (ditambah hutang) menjadi besar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan memahami dan melaksanakan manajemen keuangan pribadi, maka anda telah mengetahui tujuan tertinggi anda dan bagaimana mencapainya. Pengelolaan keuangan pribadi membantu anda untuk menjalani aktivitas anda secara terencana secara finansial. Jika anda mampu memastikan keuangan pribadi anda mendukung capaian cita-cita tertinggi anda, maka anda memastikan mimpi anda dalam genggaman tangan anda.
3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis
masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail
dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih
banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan. Semoga makalah ini bisa
bermanfaat bagi pembaca dan juga penulis.
DAFTAR PUSTAKA
1.
L. Giltman. 2004. “Princile of finance”. (11th ed)
2002. Prectice Hall : New Jersey
2.
Warsono. 2010. “Prinsip-Prinsip dan Praktik keuangan
Pribadi”. Journal of Science, volume 13 Nomor 2 Juli-Desember 2010
3.
S. Senduk. 2004, “Siapa Bilang Jadi Karyawan Ngak Bisa
Kaya; Lima Kiat Praktis Mengelola Gaji Agar Bisa Kaya”, Elex Media Komputindo :
Jakarta

No comments:
Post a Comment